just realize kalo selama belasan kali mijn mantje ke semarang, dia ga pernah jalan2.
dan kemarin, kunjungannya yang kesekian kali, baru dia ingat kalo dia ga pernah berkunjung sebenar2nya ke semarang.
biasanya kunjungannya hanya berupa: datang, makan, keliling pleburan, istirahat, dan sudah selesai. itu karena dulu aku tinggal di tempat yang jauh dari Semarang kota. sebut saja namanya Mranggen. ya memang itulah namanya. mranggen adalah satu wilayah di perbatasan demak dengan semarang. secara administratif udah masuk kabupaten demak. tapi secara geografis, dia lebih deket ke kota semarang daripada ke pusat kota demak sendiri.
nah, kembali ke kunjungan minggu ini. pagi-pagi dia sampai di simpang lima. setelah menempuh 7 jam perjalanan bis ekonomi gresik-semarang (dia sama sekali tidak bisa menikmati dinginnya AC, jadi harus naik ekonomi biar ga mual :-(). sampailah dia jam7 pagi di Simpang 5. minggu pagi di simpang 5 semarang seperti melihat pasar tumpah. memang benar2 pasar tumpah kok. kita bisa nemu semuanya di situ. mulai dari serabi, rak, pembasmi hama, baju bekas, dllllllllllllllllllllllllllllllllll........
lalu, kami mencari bubur buat sarapan. sekedar bubur kacang hijau buat dia yang kelaperan dan aku yang udah pengen makan.
sebenarnya di simpang5 banyak sekali penjual makanan. tapi aku memutuskan untuk mengajaknya ke burjo carlos. itu adalah salah satu tempat yang fenomenal di semarang. sebenarnya sih cuma warung sederhana yang jualan bubur kacang ijo dan segala atributnya. tapi jadi istimewa karena pengunjungnya. ga tau gimana mulanya, tu burjo yang datengin mulai dari anak kuliahan yang duitnya pas2an ampe esmud2 dan orang kaya yang mobilnya berderet di parkiran.
saking fenomenalnya tu burjo, sebuah brand rokok make over-in warungnya dengan brand identity tu rokok. burjo itu bukanya 24 jam. kalo udah jam 2an pagi ke atas, katanya sih kita bisa ketemu temen2 gay yang lagi kumpul2. temenku juga pernah kena flirtingnya cowo kece di sana.orang juga kalo ngeliat temenku mungkin dikira gay juga. tapi cuma sebatas kerlingan mata aja ko. ga ampe grepe2..kan ada aku yang jadi guardian angelnya. hehehe....
abis di burjo yang fenomenal itu, aku mulai mikir2 lagi. ke manakah aku mengajak mijn mantje pergi?
jadilah kita ke mie ayam di daerah pamularsih yang juga fenomenal ..ramenya ga berhenti2...phew...
next destination...
polder tawang. dia bener2 menikmati di sana. tempat terbuka dengan suasana kota lama yang romantis..
eh, salah ding..ke tawang dulu. terus ke mie ayam itu..
beru=ikutnya aku ingin mengajaknya ke semawis. pusat jajanan yang berpadu dengan budaya tionghoa peranakan khas semarang. tapi karena jalan kaki, dia terlalu lelah...
dan kita kembali ke polder tawang....lalu mengantarkan dia ke stasiun poncol...dan aku menemaninya hingga nyamuk2 mulai lelah menggangguku...
letih, lelah,,,,
buatku dan buatnya.
23.00
pulang ke kos.
01.30
sebuah sms masuk
"keretaku mulai jalan.."
Senin, 19 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar